PERUSAHAAN Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) bakal kembali menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1,5 juta ton pada tahun ini. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyaluran bakal dilakukan terus-menerus tanpa terputus.
“Harapan nan kami ke depan penjualan SPHP ini melangkah sepanjang tahun dari Januari sampai Desember tidak ada nan terputus,” katanya dalam Rakernas Bulog pada Ahad, 11 Januari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Rizal mengatakan sistem penyaluran bahan pangan ini kurang lebih sama seperti nan sudah dilakukan sebelumnya. Bulog bakal mengizinkan satu orang pembeli mendapatkan jumlah beras nan lebih banyak, dari nan sebelumnya satu bungkusan menjadi dua kemasan.
Sebelumnya, pemerintah meluncurkan program beras SPHP pada 18 Juli 2025 untuk menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi, serta mendorong ekonomi nasional. Beras dapat dibeli melalui pedagang pengecer mitra Bulog, Koperasi Desa Merah Putih, dan lain-lain nan berkolaborasi dengan pemerintah.
Pembelian pada tahun lampau per orang maksimal 2 bungkusan dengan masing-masing berat 5 kilogram, serta tidak boleh diperjualbelikan kembali. Harga nan tersedia berasas zona, ialah area 1 Rp 12.500 per kilogram, area 2 Rp 13.100 per kilogram, dan area 3 Rp 13.500 per kilogram.
Tetapi sepanjang 2025, kata Rizal, beras SPHP nan disalurkan hanya 802.939 ton dan tidak mencapai sasaran 1 juta ton. Maka dari itu, maka jumlah penerimaan per orang bakal diperbanyak.
“Kami bakal lebih mudahkan, mungkin lebih elastis khususnya dengan kuantitas,” ucapnya.
Berdasarkan info Bulog per 8 Januari 2026, persediaan beras berjumlah 3.351.900 ton. Bulog menargetkan bisa menyerap 4 juta ton pada tahun ini, sehingga total persediaan selama 2026 sekitar 7 juta ton. Dari total tersebut disiapkan jatah ekspor sebanyak 1 juta ton.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·