Bulog Libatkan Polri Kejar Target Penyerapan Jagung

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bakal bekerja-sama dengan kepolisian untuk mengejar sasaran dan serapan jagung pada 2026. "Target kami adalah pencapaian penyerapan jagung juga 1 juta ton (di 2026)," kata Rizal mengutip Antara, Senin, 12 Januari 2026.

Menurut Rizal, Bulog tidak bekerja sendiri melainkan mengandalkan support kuat beragam pemangku kepentingan dari pusat hingga wilayah serta petani lapangan dalam memastikan penyerapan jagung secara optimal. Untuk mencapai sasaran satu juta ton, Bulog menyiapkan perencanaan sejak awal tanpa mengenal waktu, mengintensifkan koordinasi lapangan, serta mempercepat proses serapan hasil panen jagung.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia menilai sinergi dengan Polri sangat krusial lantaran kehadiran abdi negara di lapangan membantu pengawasan, pendampingan petani, serta kelancaran pengedaran sehingga penyerapan jagung dapat melangkah efektif.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan berasas info Badan Pusat Statistik (BPS) produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen pada 2025 berada di nomor 16,11 juta ton. Produksi itu meningkat 6,44 persen dibandingkan 2024 nan tercatat 15,14 juta ton.

Sedangkan dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional, Bapanas menghitung terdapat surplus 463,9 ribu ton dikarenakan kebutuhan konsumsi jagung di 2025 berada di nomor 15,65 juta ton. Surplus tersebut melampaui capaian 2023. Saat itu, produksi jagung berada di 14,77 juta ton dengan kebutuhan konsumsi setahun di 14,47 juta ton, sehingga terdapat surplus sejumlah 307,4 ribu ton.

Dengan demikian, dalam dua tahun surplus produksi dan konsumsi jagung meningkat 23,2 persen dari 307,4 ribu ton bertambah menjadi 463,9 ribu ton. Apalagi terdapat kontribusi Polri terhadap produksi jagung mencapai 3,5 juta ton alias 20 persen dari produksi jagung nasional di 2025.

Sebelumnya, Polri mendapat pengarahan dari Presiden Prabowo Subianto agar melakukan penanaman jagung dalam rangka membangun sistem pangan nan tangguh, efisien, dan berpihak pada petani.

Selengkapnya
Sumber Tempo.co Bisnis
Tempo.co Bisnis