MENTERI Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa Pasar Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, telah 80 persen kembali beraktivitas pascabencana di wilayah tersebut.
"Perdagangan di Pasar Kuala Simpang sedang berupaya untuk melangkah kembali dengan 80 persen pedagang sudah mulai beraktivitas. Aktivitas ini melangkah paralel dengan pembersihan pasar," kata Budi Santoso dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 10 Januari 2026, seperti dikutip dari Antara.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Budi Santoso menyampaikan Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus konsentrasi terhadap pemulihan pasar-pasar terdampak musibah Sumatera agar dapat kembali menggerakkan perekonomian masyarakat.
Dalam kunjungannya di Pasar Kuala Simpang, Budi Santoso mengatakan sejumlah pedagang sudah mulai kembali melakukan aktivitas, sembari proses pembersihan terus dilakukan.
"Kami telah mengecek kondisi Pasar Kuala Simpang. Sejumlah pedagang sudah mulai berjualan. Sembari proses pembersihan pasar terus dilakukan, kami terus memastikan pasokan peralatan kebutuhan pokok di wilayah terdampak musibah terus terjaga," ujarnya.
Pasar Kuala Simpang merupakan pasar terbesar nan menjadi pusat perdagangan masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang. Pasar nan berdiri sejak 1982 ini menampung sebanyak 295 pedagang nan terdiri atas 156 pedagang los dan 139 pedagang kios.
Untuk mendukung percepatan pemulihan Pasar Kuala Simpang, pada Rabu, 31 Desember 2025, Kemendag melalui Program Kemendag Peduli menyerahkan support berupa 100 unit tenda darurat untuk menjadi tempat berdagang para pedagang selama proses pemulihan berjalan.
Selain Pasar Kuala Simpang, Kemendag melalui Kemendag Peduli telah menyerahkan support ke wilayah terdampak musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 1 Desember 2025, 13 Desember 2025, dan 22 Desember 2025.
Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan biaya pegawai Kemendag, pelaku usaha, dan masyarakat umum. Kemendag berkoordinasi dengan pemerintah daerah, distributor, dan asosiasi pelaku upaya untuk memastikan pengedaran peralatan kebutuhan pokok di wilayah terdampak musibah lancar dan tersedia.
Saat ini, stok bahan pokok seperti daging ayam, telur, cabe keriting, dan cabe rawit terpantau terkendali lantaran mendapat pasokan dari Takengon dan Medan.
Sementara itu, Kemendag telah menyurati Bulog dan ID Food untuk segera mengisi pasokan minyak goreng Minyakita dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke wilayah terdampak bencana.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·