PDIP Siapkan Kebijakan Selamatkan Bumi dari Kerusakan Lingkungan

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

PDI Perjuangan mengungkapkan bakal membikin kebijakan untuk menyelamatkan Bumi dari kerusakan lingkungan. Langkah itu sebagai respons musibah hidrometeorologis di Sumatra Utara akhir tahun lalu.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan kebijakan itu selaras dengan pengarahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri nan menyoroti kerusakan ekologis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PDI Perjuangan mengemban suatu tanggung jawab berbareng seluruh rakyat Indonesia, termasuk para generasi muda untuk bersama-sama agar musibah nan terjadi di Sumatra betul-betul menyadarkan kita semua tentang pentingnya merawat pertiwi," kata Hasto di Beach City International Stadium, Jakarta, Sabtu (10/1).

"Karena itu lah melalui Rakernas pertama ini PDI Perjuangan juga bakal merumuskan kebijakan tentang gimana kita menyelamatkan Bumi," tambahnya.

Mengutip pidato Megawati, Hasto mengungkapkan nan paling merasakan kekhawatiran terhadap musibah ekologis adalah generasi muda. Mereka disebut hidup dalam ketidakpastian dan memandang masa depan dengan kegelisahan.

[Gambas:Video CNN]

Ia mengatakan banyak generasi muda merasa generasi sebelumnya telah kandas merawat Bumi dan hari besok justru tampak lebih menakutkan daripada hari ini.

Hasto menyoroti pernyataan Megawati dalam pidatonya banyak berbincang tentang seluruh rakyat Indonesia bisa menyelamatkan Bumi dan merawat lingkungan bersama-sama.

"Bagaimana partai, gimana seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama membangun kesadaran agar pemerintah berbareng dengan seluruh jejeran pemerintahan negara dapat menghasilkan kebijakan-kebijakan politik untuk menyelamatkan seluruh ekosistem dan ekologi sekitar," tuturnya.

Karpet merah deforestasi

Terpisah, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyinggung bencana, seperti banjir di Sumatra bukan hanya kehendak alam tapi juga ulah manusia.

Megawati menuturkan banjir nan melumpuhkan kota-kota di Sumatra hingga menewaskan ribuan orang ini akibat dari pembukaan rimba menjadi lahan eksploitasi.

Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat Indonesia kudu berani jujur bahwa kerusakan alam, termasuk deforestasi, "dilembagakan oleh kebijakan."

"Undang-Undang dan izin nan memberi karpet merah pada konsesi besar telah membuka jalan bagi deforestasi, perampasan tanah, dan penghancuran ekosistem," ucap Mega dalam pidatonya dalam peringatan HUT PDIP KE-53 dan Rakernas I Tahun 2026 di Beach City International Stadium, Sabtu (10/1).

"Atas nama pembangunan, rakyat disingkirkan dan alam dikorbankan. Ini bukan pembangunan, melainkan pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban," ucapnya menambahkan.

Menurut Mega, area hulu nan semestinya menjadi wilayah resapan air telah berubah menjadi ladang eksploitasi.

"Hutan alam dan wilayah budaya dirampas, dibuka secara masif, lampau digantikan oleh tanaman monokultur berakar dangkal dan miskin daya dukung ekologis," ucap Mega.

"Ini lah krisis peradaban ekologis- ketika manusia menempatkan dirinya sebagai penguasa alam, bukan sebagai bagian dari kesatuan kehidupan," paparnya menambahkan.

(lom/chri)

Selengkapnya
Sumber cnnindonesia.com nasional
cnnindonesia.com nasional