Pramono Bakal Undang Bang Yos Saat Bongkar Tiang Monorel Mangkrak

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 98 tiang monorel mangkrak di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, bakal dibongkar.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan mengundang mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso alias Bang Yos untuk menyaksikan pembongkaran nan dijadwalkan di mulai Rabu (14/1) mendatang.

Pramono menceritakan Bang Yos mempunyai beban tersendiri lantaran proyek mangkrak monorel ini. Itu sebabnya, Pramono mau Bang Yos menyaksikan langsung pembongkaran tiang-tiang monorel itu agar lebih tenang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Minggu depan ini monorel nan sudah dibangun dari tahun 2004 kita bongkar. Dan saya berambisi Bang Yos agar tidurnya bisa lebih nyenyak lantaran monorel itu rupanya bagi beliau menjadi beban pribadi," ucap Pramono saat menghadiri aktivitas kunjungan makam pahlawan Mohammad Husni Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1).

Pramono menegaskan bakal melanjutkan hal-hal baik dari eks Gubernur DKI Jakarta.

"Bapak-Ibu, Saudara-saudara sekalian, saya sebagai gubernur acapkali ditanya apa sih nan mau saya kerjakan? Saya selalu mengatakan sederhana, saya bakal melanjutkan hal-hal baik dari gubernur sebelumnya," ujar Pramono dalam sambutannya.

Pembangunan monorel dimulai pada 2004. Saat itu Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan pemasangan tiang pancang pertama di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan, pada 14 Juni 2004. Dia menekan tombol sirene sekitar pukul 10.30 WIB.

Gubernur Jakarta pada saat itu dijabat Sutiyoso. Pada 2008, developer sekaligus penanammodal proyek ini, ialah PT Jakarta Monorail (PT JM), dikabarkan pening bukan kepalang lantaran masalah pendanaan.

Tiang-tiang nan kadung dibangun mangkrak menjadi monumen nirfaedah. Nilai proyeknya mencapai USD 450 juta. PT JM mengaku tidak bisa memenuhi syarat investasi USD 144 juta.

Pada kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo pada 2011, pembangunan proyek monorel dihentikan. Pihak PT JM minta tukar biaya investasi Rp 600 miliar, tapi Foke menolak. Saat itu Pemprov DKI hanya bakal bayar sesuai rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk proyek pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said. Pramono menegaskan biaya tersebut tidak hanya digunakan untuk membongkar tiang semata.

"Dan tentunya saya juga mau meluruskan dalam kesempatan ini, Rp 100 miliar nan dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar (tiang monorel)," kata Pramono.
Ia menambahkan, anggaran tersebut juga digunakan untuk penataan jalan dan trotoar.

"Tetapi untuk membikin jalan, trotoar, merapikan dan sebagainya biaya keseluruhan untuk memperbaiki jalan Rasuna Said itu angkanya Rp 100 miliar. Jadi bukan hanya bongkar, jika bongkar mini bangetlah," tegasnya.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan pembongkaran tiang monorel dilakukan pada malam hari untuk menghindari kepadatan lampau lintas, khususnya saat jam pulang kantor. Langkah ini diambil agar proses pembongkaran tidak mengganggu arus kendaraan di ruas jalan terdampak.

"Ya otomatis bakal pembongkarannya malam hari. Window time-nya itu. Tapi rencananya dari kapan sampai kapan, berapa lama, itu kelak dengan teman-teman Dinas Bina Marga nan eksekusi," kata Syafrin di Balai Kota Jakarta.

Syafrin menegaskan tidak bakal ada penutupan jalan selama proses pembongkaran tiang monorel. Dishub bakal melakukan pengaturan dan pengalihan lampau lintas dengan memanfaatkan jalur lambat untuk penempatan perangkat berat, sementara jalur sigap tetap berfungsi.

"Di sana kan ada dua lajur, ada jalur lambat, ada jalur cepat. Jadi pada saat perangkat berat masuk, itu bakal berada di sisi jalur lambat, sementara jalur sigap tetap berfungsi," ujarnya.

Menurut Syafrin, skema pengaturan lampau lintas tersebut telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian dan lembaga terkait. Oleh lantaran itu, masyarakat diminta tetap tenang lantaran tidak ada penutupan jalan selama pembongkaran berlangsung.

"Oleh karena itu, tidak ada penutupan jalan. nan ada penggunaan jalur lambat untuk penempatan perangkat berat pada saat penyelenggaraan pembongkaran," jelasnya.
Kapusdatin Bina Marga DKI Jakarta Dinar Wenny mengatakan sasaran pembongkaran rampung pada September 2026.

"Jumlah tiang monorel nan bakal dibongkar sebanyak 98 tiang," ujar Dinar kepada wartawan, Minggu.

Setelah pembongkaran, area Jalan HR Rasuna Said bakal ditata ulang. Trotoar jalan juga bakal rapikan termasuk prasarana pendukung lainnya.

"Setelah pembongkaran, nantinya bakal ada penataan area Jalan HR Rasuna Said diantaranya penataan jalan dan trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki, dan penyesuaian komponen pendukung agar lebih kondusif dan nyaman, termasuk di dalamnya ialah peningkatan penerangan jalan umum," jelasnya.

Baca selengkapnya di sini.

(isn/isn)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber cnnindonesia.com nasional
cnnindonesia.com nasional