Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bergerak sigap menangani sisa material banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Sebanyak 769 batang kayu hanyut dengan total volume mencapai 1.260,49 meter kubik telah didata untuk dimanfaatkan bagi penduduk terdampak bencana.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, menyatakan bahwa kayu-kayu nan terseret arus tersebut dipilah dari laman rumah penduduk hingga area sungai mati. Prioritas utama penggunaan material ini adalah untuk mendukung penyediaan tempat tinggal bagi pengungsi.
"Kayu hanyutan kami pilah untuk dimanfaatkan, terutama mendukung pembangunan kediaman sementara (huntara)," ujar Subhan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/1) mengutip Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga Kamis (8/1), penanganan kayu di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, melibatkan sedikitnya 87 personel Kemenhut. Tak hanya tenaga manusia, sebanyak 38 unit perangkat berat milik Kemenhut, TNI, hingga Kementerian Pekerjaan Umum turut dikerahkan untuk mempercepat proses pemindahan dan pembersihan pascabencana.
Pemanfaatan kayu ini sudah mulai dirasakan manfaatnya. Lembaga Rumah Zakat melaporkan tengah membangun sembilan unit huntara menggunakan material kayu tersebut. Satu unit telah rampung berdiri, sementara delapan lainnya tetap dalam proses pengerjaan.
Selain konsentrasi pada material kayu, sebanyak 54 personel Kemenhut dan Saka Wanabakti juga dikerahkan untuk melakukan pembersihan akomodasi pendidikan agar aktivitas belajar mengajar bisa segera kembali normal.
Selain di Aceh, Kemenhut juga melaporkan progres signifikan di wilayah Sumatera Utara. Di wilayah Garoga, proses pemilahan kayu di Garoga I, II, dan III telah mencapai 100 persen. Sementara untuk jalur Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol progresnya menyentuh nomor 80 persen.
Hingga Kamis (8/1), total akumulasi kayu nan sukses diolah mencapai 793 batang dengan volume 12,0035 meter kubik. Seluruh material ini diperuntukkan bagi pembangunan huntara di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru.
Di sisi lain, pemerintah juga mulai melakukan penataan lingkungan dan land clearing untuk rencana pembangunan kediaman tetap di areal PTPN IV Desa Aek Pining. Dari total rencana lahan seluas 15 hektare, saat ini pembukaan lahan telah terealisasi seluas 1,028 hektare.
(tis/tis)
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·