Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk mengatasi kemacetan di Jalan Raya Sawangan.
"Hingga akhir 2025 Pemkot Depok telah menyelesaikan pembebasan lahan di sepanjang ruas Jalan Enggram hingga Jalan Pemuda," kata Wali Kota Depok Supian Suri di Depok, Minggu (11/1), dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesuai rencana, ruas tersebut bakal dialihfungsikan dari jalan permukiman menjadi jalan utama.
"Jalan Enggram sampai Pemuda itu sudah kita bebaskan kurang lebih Rp40 miliar. Kemarin tetap ada tiga bagian nan belum bersedia, tapi Alhamdulillah sekarang sudah berkenan dengan pembebasan lahan nan kita lakukan," katanya.
Supian Suri menjelaskan, pada tahun ini Pemkot Depok bakal mulai mengeksekusi pelebaran ruas jalan tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ruas jalan ini nantinya bakal difungsikan satu arah bagi kendaraan bermotor dari arah Sawangan menuju Parung Bingung.
"Konsepnya kelak dari Parung Bingung menuju Sekolah Yapan itu satu arah. Sementara dari arah Sawangan menuju pusat kota, dekat Rumah Makan Tirta Rasa, kendaraan bakal belok ke kiri. Dengan begitu, alur kendaraan relatif bakal lebih lancar," ujarnya.
Selain itu, Pemkot Depok juga bakal melakukan pembebasan lahan di sisi kiri jalan pada Simpang Parung Bingung, nan selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terparah di Jalan Raya Sawangan.
"Kurang lebih Rp60 miliar kita alokasikan memperlebar sisi kiri jalan di area belokan menuju Sawangan, agar pergerakan kendaraan jadi lebih mudah," ujarnya.
Tak hanya itu, jembatan nan berada di bawah ruas Jalan Parung Bingung juga bakal dibangun menjadi dua lajur mengikuti skema pelebaran jalan.
"Fokus kita tahun ini memang pada pelebaran Jalan Raya Sawangan, Jalan Enggram, dan Jalan Pemuda," katanya.
(fra/antara/fra)
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·