Waspada Ancaman 'Super Flu', Bali Perketat Pengawasan Hingga Puskesmas

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi Bali mulai memperketat pengawasan kesehatan menyusul ancaman virus Influenza A (H3N2) subclade K alias nan terkenal disebut sebagai 'super flu'. Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus positif, kewaspadaan ditingkatkan hingga ke level Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai corak antisipasi dini.

"Kondisi di Bali saat ini sebenarnya tetap aman, namun kami tetap waspada. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan monitoring hingga ke tingkat Puskesmas," ujar Raka Susanti, Jumat (9/1) waktu setempat mengutip Antara. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dinas Kesehatan Bali saat ini terus memantau situasi melalui Early Alert Response System (SKDR). Jika sistem menangkap adanya lonjakan kasus influenza nan tidak wajar, petugas kesehatan bakal langsung terjun ke lapangan.
Prosedur nan disiapkan meliputi:

• Verifikasi laporan dan penyelidikan epidemiologi.

• Kunjungan langsung ke wilayah terdampak.

• Konfirmasi kasus melalui pengetesan laboratorium secara intensif.

Raka mengingatkan masyarakat agar tidak panik. Menurutnya, tidak semua indikasi flu adalah 'super flu'. Mengingat saat ini sedang terjadi transisi musim dan mobilitas masyarakat nan tinggi, banyak kasus flu nan ditemukan merupakan flu musiman biasa.

Sebagai lokasi wisata internasional, Bali diakui mempunyai akibat transmisi nan cukup tinggi. Turis dari beragam bagian bumi nan masuk ke Bali bisa menjadi jalur penyebaran virus nan menyerang sistem pernapasan ini.

Pasalnya, Influenza A dikenal menyebar sangat sigap melalui airborne droplets (percikan udara). Tantangannya, virus ini bisa dengan mudah mencapai wilayah pelosok dalam waktu singkat.

"Sebagai langkah pencegahan, kami bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) di pintu-pintu masuk Bali. Pemeriksaan suhu tubuh kembali diperketat lantaran salah satu indikasi utamanya adalah demam tinggi," tambahnya.

Belajar dari pengalaman pandemi COVID-19, Raka memastikan bahwa prasarana kesehatan di Bali sudah sangat siap, baik dari segi peralatan maupun tenaga medis.

"Rumah sakit di Bali sudah siap. Kami mempunyai 120 Puskesmas dan RSUD di seluruh kabupaten, ditambah lagi dengan support rumah sakit swasta nan sangat aksesibel," jelasnya.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber cnnindonesia.com nasional
cnnindonesia.com nasional