Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Padanglawas (Palas), Sumatera Utara, Soemarlin Halomoan Ritonga, Kepala Seksi Intelijen Kejari Palas Ganda Nahot Manalu, serta staf Tata Usaha Intel berjulukan Zulfan diperiksa mengenai dugaan pungutan liar (pungli) biaya desa.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Rizaldi, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap ketiganya. Ia mengatakan pemeriksaan awal dilakukan di Kejati Sumut sebelum perkara tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).
"Memang sempat diperiksa di Kejati Sumut. Pemeriksaannya mengenai biaya desa, namun tetap sebatas dugaan dan terus didalami betul alias tidak," ujar Rizaldi kepada CNN Indonesia, Sabtu (24/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizaldi menjelaskan, setelah pemeriksaan awal, ketiganya langsung diserahkan ke Kejaksaan Agung untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Penanganan perkara selanjutnya sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kejagung.
"Kami menyerahkan ke Kejagung pada Kamis (22/1) sore. Jadi Kejagung nan mengambil alih dan menentukan langkah selanjutnya," katanya.
Informasi nan berkembang menyebut dugaan pungutan tersebut berangkaian dengan biaya desa. Namun, nilai pasti nan dipersoalkan hingga sekarang tetap dalam tahap pendalaman.
"Jumlahnya belum diketahui. Itu nan bakal didalami oleh Kejagung," ucap Rizaldi.
Ia menegaskan komitmen Kejaksaan dalam menindak tegas setiap oknum nan diduga melakukan penyimpangan, termasuk di internal institusi.
"Ini bukti bahwa Kejaksaan responsif. Bapak Kajati Sumut Harli Siregar tidak main-main. Seperti nan selalu diingatkan kepada seluruh jajaran, tidak ada toleransi terhadap perbuatan menyimpang," tuturnya.
Sementara itu, berasas info nan beredar, ketiganya diduga melakukan pengutipan biaya desa dari para kepala desa di Padanglawas dengan nilai mencapai Rp15 juta per desa.
Namun, dalam pemeriksaan awal, ketiganya membantah tudingan tersebut. Hingga kini, proses pemeriksaan tetap berjalan di Kejaksaan Agung.
(fnr/tis)
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·