Irfan Setiaputra Lepas Posisi Dirut Garuda Garuda Indonesia, Pernah Ratusan Kali Ingin Mundur

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

TEMPO.CO, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) resmi menunjuk Wamildan Tsani Panjaitan sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menggantikan Irfan Setiaputra. RUPLSB ini berjalan di Kantor Pusat Garuda Indonesia, Badara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Jumat, 15 November 2024.

Dalam sambutannya, Wamildan Tsani mengatakan bakal mengevaluasi finansial dan operasional Garuda Indonesia secara menyeluruh. Selain itu, dia juga bakal mengakselerasi keahlian perusahaan, ekspansi jaringan, dan meningkatkan kualitas pelayanan. 

“Semua ini bakal memperkuat reputasi Garuda Indonesia sebagai national flag carrier nan makin sehat," kata dia. 

RUPSLB ini dihadiri oleh pemegang 68.582.827.291 lembar sahan alias 74,97 persen dari total keseluruhan pemegang saham Garuda Indonesia untuk menyetujui agenda perubahan susunan pengurus perseroan.  

Sementara itu, Wamildan mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian unik terhadap Garuda Indonesia. "Beliau memberikan pengarahan agar kami dapat melanjutkan proses untuk membawa maskapai nasional menjadi kebanggan kita semua," kata dia.

Profil Irfan Setiaputra

Irfan Setiaputra lahir di Jakarta pada 24 Oktober 1964. Dia merupakan lulusan Sarjana (S1) Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung (ITB) nan terdaftar sebagai angkatan 1982. 

Setelah menyelesaikan pendidikan tingginya di ITB, Irfan menapaki pekerjaan di PT Bank Niaga Jakarta sejak 1989 hingga 1996. Selanjutnya, dia menjadi Account Manager and Team Leader Industri Perbankan IBM Indonesia selama lima tahun, ialah pada 1996 sampai dengan 2000.

Usai berkontribusi di IBM Indonesia, pekerjaan Irfan terus meroket. Dia ditunjuk menjadi Country Manager alias Managing Director PT Cisco Systems Indonesia periode 2002-2009. Dia kemudian dipercaya menjadi CEO PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) alias Inti pada 2009-2012. 

Masih dengan jabatannya nan sama sebagai CEO, Irfan tercatat juga pernah menjadi CEO PT Titan Mining Indonesia periode 2012-2014 dan CEO PT Cipta Kridatama pada 2014-2017. Dia selanjutnya berganti peran menjadi Chief Operating Officer PT ABM Investama pada 2015-2017. 

Pada 2015, karir Irfan terus menanjak hingga masuk dalam jejeran majelis direksi, tepatnya sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Reswara Minergi Hartama hingga 2017. Setelah itu, hanya dalam kurun waktu setahun pada 2017, dia menduduki tiga kedudukan strategis, ialah Komisaris PT Sanggar Sarana Baja, Komisaris PT Cipta Kridatama, dan CEO PT Reswara Minergi Hartama. 

Berikutnya, Irfan Setiaputra menjabat sebagai CEO Sigfox Indonesia alias PT Kirana Solusi pada 2019-2020. Baru pada 2020, Irfan terpilih sebagai Dirut Garuda Indonesia. 

Irfan ditetapkan sebagai Dirut Garuda Indonesia melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 22 Januari 2020. Dia menggantikan posisi Ari Askhara nan dicopot dari jabatannya lantaran terjerat beberapa kasus, salah satunya soal kepabeanan penyelundupan motor gede alias moge Harley-Davidson dan sepeda Brompton. 

Di saat Garuda tengah bermasalah, Irfan mengaku sempat mau mundur dari jabatannya sebagai Dirut  hingga 138 kali. Dia mengatakan telah menghadapi tekanan restrukturisasi perseroan melalui penundaan tanggungjawab pembayaran utang (PKPU) sembari diterpa pandemi Covid-19. 

“Kondisi nan kita hadapi di Garuda pada awal pandemi itu babak belur dan terus-menerus sampai menjelang pertengahan 2022. Pendapatan kita ini turunnya minta ampun, drastis,” kata Irfan dalam webinar Leadership in Changing Atmosphere nan diadakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute dan disiarkan melalui kanal YouTube, Kamis, 24 Agustus 2023. 

Dia berbareng Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo saat itu tidak percaya jika maskapai pelat merah tersebut bakal bangkit. Akan tetapi, dia menyebut tidak mempunyai pilihan lain. 

“Banyak orang nan bertanya, ‘bagaimana bapak menghadapi situasi ini?’ Jawaban saya, saya mau mundur. (Lalu) tanya, ‘Berapa kali bapak mau mengundurkan diri, 2-3 kali?’ Enggak, 138 kali lebih. Ini adalah beban nan enggak pernah orang tahu,” kata dia. 

Irfan mengungkapkan bahwa tidak ada orang nan tahu beban nan dipikulnya saat menjadi Bos Garuda Indonesia. Bahkan, kata dia, tiga CEO perusahaan terkemuka nan ditemuinya menyarankan untuk segera mengundurkan diri namalain resign. 

“Saya tanya, 'Bos, menurut lu, gua kudu ngapain jika kondisinya seperti ini?’ Mereka semua bertiga sepakat dan kasih jawaban, 'Gampang, Fan. Lu resign aja, udah gila mau nerusin perusahaan (Garuda Indonesia) kayak begini, enggak mungkin selamat’,” ujar Irfan. 

MICHELLE GABRIELA  | MELYNDA DWI PUSPITA | JONIANSYAH | MOH KHORY ALFARIZI | FRANCISCA CHRISTY | ADIL AL HASAN

Selengkapnya
Sumber Tempo.co Bisnis
Tempo.co Bisnis